Tiga Langkah Penting Dalam Mendapatkan Mentor Bisnis

referrals-idaman-semua-pemilik-bisnis-1692Bagi pebisnis pemula, kehadiran mentor bisnis sangat penting. Relasi yang dimiliki mentor bisa membuka pintu berbagai peluang yang sebelumnya tertutup bagi Anda. Begitu pula, pengalaman bisnis mentor bisa dijadikan rujukan bagi startup agar tidak terjebak dalam membuat kekeliruan-kekeliruan serupa, seperti yang sudah dialami mentor dimasa lalu.

Namun, mendapatkan mentor bisnis yang pas tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Anda harus mampu menelisik ciri-ciri mentor yang baik. Anda juga harus paham bagaimana caranya melakukan pendekatan setelah berhasil mengidentifikasi calon mentor. Dan yang terpenting, anda harus mengerti kiat-kiat untuk mengoptimalkan hubungan yang sudah tercipta dengan mentor.

Berikut ini adalah tiga langkah yang diperlukan untuk mendapatkan mentor bisnis yang tepat untuk membantu membawa bisnis startup Anda ke tahap perkembangan lebih lanjut.

1. Identifikasi Ciri-ciri Mentor Yang Baik

Mentor yang baik akan menjajal Anda dengan masalah-masalah pelik dan menantang Anda untuk mencapai perolehan yang melebihi target yang sudah Anda tetapkan sebelumnya. Dalam proses ini, biasanya mereka akan dengan terbuka membagikan pengalamannya dan membantu Anda untuk menemukan peluang-peluang baru.

Tetapi jangan berharap Anda akan diberi resep yang rinci untuk setiap persoalan. Mentor yang baik akan menempatkan dirinya secara tepat sebagai seorang penasehat, urusan eksekusi adalah wilayah Anda. Orang yang selalu menjejali Anda dengan berbagai perintah dan larangan, lalu marah ketika instruksinya tidak dijalankan, biasanya lebih banyak mendatangkan kerugian ketimbang manfaat. Kadangkala ada mentor yang meminta kompensasi untuk saran atau bantuan yang ia berikan. Tetapi mentor yang baik biasanya tidak pernah meminta kompensasi dan sudah merasa puas ketika ia bisa membantu.

2. Carilah Orang Yang Relevan

Salah satu kekeliruan yang paling umum dilakukan pebisnis startup adalah dengan berusaha menjadikan orang yang super sibuk, paling terkenal dan paling ideal, sebagai mentornya. Meskipun kadang-kadang ada benarnya, namun akan lebih produktif  jika Anda mengamati dari jaringan yang sudah Anda miliki dan mencari mentor lokal yang pengalaman bisnisnya relevan menurut Anda.

Cobalah dekati para pendiri dan eksekutif kunci dari perusahaan-perusahaan di daerah Anda yang Anda kagumi. Orang-orang seperti ini biasanya lebih siap untuk memberikan waktunya untuk bisnis Anda, dibanding orang terkenal namun menganggap Anda sebagai orang asing.

Sebagai permulaan, cobalah kirim email ringkas yang menjelaskan apa dan bagaimana bisnis Anda dan alasan Anda untuk mencari bantuan dari luar. Jauhi email yang “kaku-formal”, dan tunjukkan relevansi serta berikan kemudahan kepada calon mentor untuk membantu Anda. Sempatkan diri Anda untuk membaca blog atau akun Twitter yang bersangkutan, lalu pelajari latar belakangnya sehingga Anda bisa menyesuaikan email Anda.

Mengundang calon mentor untuk bertemu sambil minum kopi sore kelihatannya menarik, namun belum tentu tepat. Bagaimana kalau ternyata yang bersangkutan adalah orang yang introvert dan tidak suka minum kopi? (Nah, lho..). Kalaupun pertemuan semacam itu bisa dilaksanakan, setidaknya Anda sudah memaksa calon mentor untuk meninggalkan kantornya untuk bertemu dengan Anda yang belum ia kenal.

Mentoring

Dekati beberapa calon mentor yang benar-benar terkait dengan bisnis Anda atau pasar produk Anda dan pastikan sejak awal bahwa mereka sudah paham kaitan semacam itu, sehingga hubungan Anda dengan calon mentor bisa menjadi relasi jangka panjang yang menguntungkan.

3. Maksimalkan Relasi dengan Mentor

Setelah Anda berhasil mendapatkan mendapatkan mentor dan menjalin hubungan yang menyenangkan, tugas berikutnya adalah memelihara hubungan tersebut dari waktu ke waktu. Salah satu cara yang bisa dipakai untuk itu adalah melalui komunikasi email secara berkala. Mentor Anda pasti akan merasa senang melihat kemajuan Anda dan merasa bangga ketika mengetahui bahwa nasehat-nasehat yang ia berikan ternyata bermanfaat. Untuk itu, cukup kirim email sekali sebulan. Isinya? Pertama, menyegarkan ingatan mentor tentang pembicaraan terakhir Anda dengannya; Kedua, review kemajuan yang sudah Anda capai.

Ajukan satu pertanyaan baru setiap Anda berkirim email. Ini untuk menjaga agar komunikasi tetap berlangsung dengan hidup. Email reguler ini haruslah ringkas, langsung ke pokok pembahasan, dan jangan meminta terlalu banyak untuk satu kesempatan. Misalnya, jangan meminta kesediaannya untuk menerima telepon dari Anda sekali dalam satu minggu dengan durasi dua jam. Akan lebih masuk akal jika Anda meminta bertemu langsung di kantornya sekali dalam tiga bulan dengan durasi selama 30 menit.

Meskipun mentor yang baik tidak akan meminta kompensasi finansial, namun jika mereka harus menyediakan waktu yang cukup banyak secara konstan untuk membantu bisnis Anda, ada baiknya Anda memikirkan untuk memberikan penawaran ekuitas di dalam perusahaan Anda, dalam porsi yang kecil sebagai suatu bentuk insentif jangka panjang.

Para pendiri perusahaan-perusahaan besar memahami pentingnya peranan mentor. Mereka sadar bahwa memulai usaha itu sukar. Namun mereka juga tahu bahwa keberadaan tim yang kuat, dipadukan dengan mentor yang berpengalaman dan solid akan melahirkan perbedaan yang nyata — dan ini seringkali menjadi indikator keberhasilan yang kuat dimasa depan.

—————

Diterjemahkan dari “Three Steps in Finding a Business Mentor” oleh David Cohen, dalam Entrepreneur.

Leave a Reply

*